🎈 Pemijahan Lele Sangkuriang Abah Nasrudin

CaraMempercepat Pertumbuhan Lele di Kolam Terpal 27/07/2021; Telur Lele Menetas Berapa Hari ?? 27/07/2021; Cara Menetaskan Lele Yang Baik 12/07/2021; Cara Budidaya Lele Yang Menguntungkan 06/07/2021; Persiapan Tebar Bibit lele Yang Baik 06/07/2021; Manajemen Air Kolam Terpal Lele 30/06/2021; Produk. Ikan & Jasa. Buatyang sedang mencari Pelatihan Lele Abah Nasrudin 2022 silahkan Hub : 08111041161 untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal pelatihannya. Minggu , 3 Oktober 2021. Tentang Kami; Kegiatan Kami. Pemberian Pakan Benih Lele Agar Cepat Besar 27/07/2021. Cara Mempercepat Pertumbuhan Lele di Kolam Terpal 27/07/2021; Telur Lele Menetas Berapa bibitikan lele sangkuriang - 9/10 di Tokopedia ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Cicilan 0% ∙ Kurir Instan. Persiapankolam lele pembesaran sebelum penebaran benih / bibit lele (Metode Abah Nasrudin) : 1. Lakukan pengomposan dengan kotoran kambing. siapkan kotoran kambing sesuai dengan ukuran kolam, patokannya (1,5kg/m2) S egmen pembenihan lele sangkuriang adalah usaha ternak lele sangkuriang yang berorientasi pada pengadaan benih lele MengunjungiPusat Budidaya Lele Sangkuriang Abah Nasruddin; Bapak Lele Sangkuriang. Hari Ahad (22/11) lalu saya mengunjungi pusat budidaya ikan lele sangkuriang milik Abah Nasruddin. Beliau adalah penemu ikan lele jenis sangkuriang yang terkenal itu. Terletak di Desa Gadog, Megamendung Bogor Jawa Barat. PEMBENIHANLELE SANGKURIANG Alhamdulillah penulis sudah melangkah pada segmen usaha Pembenihan Lele Sangkuriang, untuk masuk ke segmen ini penulis sebelumnya mengikuti pelatihan di tempatnya "Sang Maestro" Abah Nasrudin selama 3 hari. Berbekal pengalaman itu penulis langsung terjun mempraktekan apa yang telah didapat selama pelatihan. Kini dia tak lagi dipermalukan atas ketidaktahuannya. Nasrudin sudah tersohor berkat lele sangkuriang yang mulai dikembangbiakkan pada 2001. Dia mengawali usaha beternak lele dengan benih sekitar 100.000 lele sangkuriang yang diperoleh dari Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi. AbahNasrudin merupakan sosok yang dikenal sebagai bapaknya lele sangkuriang aia merupakan penemu lele sangkuriang yang berasal dari Desa Gadog Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor. Ia merupakan seorang pria paruh baya yang sukses membudidayakan dengan yeknis pembesaran pada lele sangkuriang di lahan pekarangan rumah seluas 12.000 meter persegi. PEMBENIHANLELE ( Lele Sangkuriang abah Nasrudin) kec. Megamendung. kab. Bogor. Panjang 4 meter, Lebar 2 meter, Tinggi 1 meter. saat pemijahan isi air bening 25cm bila hujan, 30 cm bila tidak hujan. Tiap meternya bisa diisi dengan 5 ekor indukan lele. . Abah Nasrudin - Kecebong, anak kodok, muncul di kolam, membuat Nasrudin gembira karena dia mengira kecebong itu anak ikan lele. Kegembiraannya itu sirna dan dia tersipu malu ketika diberi tahu bahwa yang dikira anak ikan lele itu adalah kecebong. Kodok betina yang masuk ke kolam tanpa diketahui, bertelur dan menetas bersama dua indukan ikan lele betina dan seekor jantan. Itu pengalaman pertama Nasrudin 61 sejak delapan tahun lalu saat belajar beternak ikan lele. ”Kecebong disangka anak lele. Ngerakeun pisan sangat memalukan,” kata Nasrudin, menuturkan awal usahanya menjadi peternak ikan lele delapan tahun lalu, di Saung Pertemuan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya P4S Jaya Sentosa, awal November lalu. Saung itu berdiri di tepi puluhan kolam ikan lele yang terbuat dari terpal dan tembok di lahan seluas meter persegi di Kampung Sukabirus, Desa Gadog, Kecamatan Mega Mendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kini, dia tak lagi dipermalukan atas ketidaktahuannya. Nasrudin sudah tersohor berkat lele sangkuriang yang mulai dikembangbiakkan pada 2001. Dia mengawali usaha beternak lele dengan benih sekitar lele sangkuriang yang diperoleh dari Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi. Nama sangkuriang yang diberikan itu memang diambil dari legenda Tanah Pasundan untuk menandakan lokasi asal pembiakan lele jenis tersebut. Lele sangkuriang ini merupakan perbaikan genetik melalui silang balik antara induk betina lele dumbo generasi kedua F2 dan jantan lele dumbo generasi keenam F6. Induk betina F2 berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia pada 1985. Petugas penyuluh pertanian dan perikanan setempat memberikan bimbingan beternak ikan secara benar. Berkat ketekunannya, Nasrudin berhasil mengembangkan ikan lele sangkuriang. Dia kini sudah menjadi ”pendekar lele”, bukan saja mahir dalam membesarkan lele dengan jurus-jurus yang jitu, tetapi juga mampu mengobati lele yang diserang penyakit, seperti radang kulit, dengan obat herbal ramuannya sendiri. Obat ini diberikan cuma-cuma kepada yang memerlukan. ”Letkol” Sejak 2005, dia menjadi pelatih bagi kelompok dari sejumlah daerah, termasuk sejumlah karyawan perusahaan swasta dan pemerintah menjelang pensiun yang ingin beternak lele. Namanya pun sohor menjadi ”Nasrudin Lele” dari Desa Gadog. Bahkan, kalangan pembudidaya lele dan warga setempat menjuluki Nasrudin dengan sebutan Bapak Letkol—akronim dari Lele Kolam yang dipelesetkan menjadi Letkol—sehingga dia kemudian disebut ”Letkol” Nasrudin. Petani lele sangkuriang dari Desa Gadog ini kini lebih jauh berangan-angan membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran dengan memelihara lele. ”Budidaya lele tidak terlalu sulit, teknologinya juga mudah dan tiga bulan sudah bisa dipanen. Masyarakat kecil bisa membudidayakan lele di halaman rumahnya. Cukup dengan lahan minim, hanya dengan luas 1 meter x 1 meter, serta modal Rp untuk bibit dan pakan, sudah bisa beternak lele skala kecil,” kata Nasrudin. Dia tak segan-segan membagi pengetahuan memelihara lele secara benar kepada mereka yang ingin membudidayakan lele. Dia juga siap membantu mereka yang datang menimba ilmu di P4S Gadog tanpa dipungut biaya. Sejumlah petugas penyuluh pertanian dan perikanan serta pakar perikanan pun mendukung kegiatan Nasrudin membudidayakan lele sangkuriang dan melakukan pelatihan. Dukungan ini membuat Nasrudin bersemangat dan bertambah yakin akan angan-angannya untuk menjadikan Desa Gadog sebagai sentra budidaya lele sangkuriang. Bahkan, 7 September lalu, Nasrudin diangkat menjadi Ketua Gabungan Kelompok Gapok Budidaya Ikan Lele Sangkuriang ”Cahaya Kita” untuk wilayah tengah Provinsi Jabar dengan pusat aktivitas di wilayah Kabupaten/Kota Bogor. 1,5 juta benih Nasrudin yang puluhan tahun sebagai petani padi dan kemudian beralih menjadi pembudidaya lele ini, bersama kelompok pembenih lele sangkuriang yang tergabung dalam Gapok Cahaya Kita, ingin memproduksi sekitar 1,5 juta benih lele sangkuriang setiap bulan untuk memasok anggota kelompok budidaya lele sangkuriang yang saat ini berjumlah sekitar 50 orang. Dengan produksi benih sebanyak itu, kelompok budidaya/pembesar ikan lele sangkuriang diharapkan mampu memenuhi sebagian kebutuhan lele di wilayah Jakarta. Adapun kebutuhan lele di wilayah Jabotabek diperkirakan sekitar 75 ton sehari. Pemasoknya bukan saja berasal dari petani lele Jabar, tetapi juga dari Jawa Tengah. ”Saat ini boro-boro memasok ke Jakarta, untuk memenuhi kebutuhan konsumen di wilayah Kota/Kabupaten Bogor saja kekurangan. Kami peternak lele sangkuriang di daerah Gadog dan sekitarnya, meliputi Kecamatan Ciawi, Megamendung, dan Cisarua, baru mampu memproduksi sekitar 3 ton per hari dari kebutuhan sekitar 10 ton,” kata ”Letkol” Nasarudin. Dari kolamnya sendiri, Nasrudin baru mampu memasok sekitar 2 ton per minggu kepada pelanggannya. Lele sangkuriang dijual Rp per kilogram. Masa depan budidaya lele cukup cerah. Apalagi, menurut Muhamad Abduh Nur Hidayat, anggota staf Ditjen Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan, ikan lele akan dijadikan komoditas ketahanan pangan. Konsepnya kini sedang disiapkan. Ikan lele saat ini sudah digemari oleh kalangan bawah sampai atas. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga sempat mempromosikannya dengan menikmati ikan lele di kampung lele Boyolali, Jateng, tahun 2007. Andil pedagang tenda pecel lele di Jabotabek dan daerah lainnya cukup besar dalam meningkatkan produksi ikan lele. ”Sekarang lele juga dijual di restoran, bahkan sampai ke daerah Kalimantan Barat yang dulu tak suka ikan lele,” kata Muhamad Abduh Nur Hidayat, penasihat Gapok Cahaya Kita. Lele sangkuriang yang dirilis sebagai varietas unggul oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri pada 2004 ini lebih cepat dipanen dibandingkan jenis ikan lainnya dan tahan penyakit. Ukurannya lebih besar dibandingkan lele jenis lain. Dua bulan sudah bisa dipanen. Rasa dagingnya juga lebih gurih dibandingkan lele jenis lain. ”Karena itu, tak heran kalau lele sangkuriang disukai konsumen,” kata ”Letkol” Nasrudin. 06/12/2015 Video 1,357 ViewsSiapa yang tidak kenal abah Nasrudin?? Bagi pembudidaya lele nama abah nasrudin tidak asing didengar. Ya, beliau adalah abah nasrudin sang maestro lele sangkuriang Indonesia. Beliau mengajarkan bagaimana budidaya lele yang baik. Teknik yang digunakan cukup tradional. Beliau tidak terpengaruh dengan banyaknya teknik-teknik baru diluar sana. Intinya dari nasehat beliau, kunci utama dalam budidaya lele adalah di perlakuan air, serta kepadatan tebar tidak terlalu berikut video abah nasrudin tentang budidaya leleDari video diatas mengutip bahwa, khususnya untuk pemula, janganlah terlalu terburu-buru ingin langsung untung semata. Kenali lele, dari perilaku dan habitnya. Dengan kita menyayanginya maka uang akan datang dengan farming🙂 Post Views 1,765 CEK JUGA ARTIKEL INI Yuk Lihat Kolam Lele Sistem Aquaponic di Thailand 2017Yuk Lihat Kolam Lele Sistem Aquaponic di Thailand 2017. Video berikut ini membahas sistem …

pemijahan lele sangkuriang abah nasrudin